Senin, April 15, 2024
BerandaKabar PemiluBeri Nilai 11 Dari 100 Untuk Kinerja Kemenhan, Anies Dinilai Tidak Obyektif

Beri Nilai 11 Dari 100 Untuk Kinerja Kemenhan, Anies Dinilai Tidak Obyektif

- Advertisement -

 

Politikterkini.com| Debat ketiga Calon Presiden (Capres) berlangsung seru pada Minggu (07/01/24) tadi malam. Salah satu pembahasan yang menarik adalah ketika diskusi antara Ganjar dan Anies soal nilai untuk kinerja Kementerian pertahanan (Kemenhan).

- Advertisement -

Diskusi diawali oleh Anies dengan mempertanyakan berapa nilai yang diberikan Ganjar untuk Kemenhan dan dijawab oleh Ganjar nilai 5, dan ketika Ganjar bertanya balik ke Anies soal nilai yang diberikan kepada Kemenhan dijawab oleh Anies 11 dari 100.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pendiri Perkumpulan Intel Tipikor PHRI, Natanael Domu Tipa P (Umbu Domu Tipa) menyatakan bahwa hal itu tidak obyektif jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan Prabowo dalam membangun kekuatan pertahanan RI selama ini.

- Advertisement -

“Meskipun hal itu adalah hak pribadi Pak Anies memberikan penilaian, saya melihat bahwa nilai yang diberikan Pak Anies kepada Kemenhan sangat tidak obyektif jika dibandingkan dengan semua hal yang dilakukan Pak Prabowo dalam membangun pertahanan RI selama ini” kata Natan.

“Saya tidak bermaksud membela Pak Prabowo karena saya pada posisi netral dan bukan pendukung Pak Prabowo. Tapi nilai pemberian Pak Anies kepada institusi Kemenhan terlalu mengada-ngada seolah-olah tidak ada yang dikerjakan oleh Pak Prabowo di Kemenhan” lanjut Natan.

- Advertisement -

Masih menurutnya, jika Anies obyektif seharusnya dia memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dikerjakan Prabowo di Kemenhan dengan menghadirkan berbagai alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang memperkuat TNI saat ini.

Ketika ditanya soal pandangan Anies bahwa Prabowo hanya membeli alutsista bekas, Natan menanggapi bahwa pembelajaan harus disesuaikan dengan kemampuan APBN sebagai sumber pendanaan. Ia juga mengatakan meskipun alutsista yang dibeli Prabowo termasuk beberapa adalah bekas tapi usia pakai dan teknologinya masih sangat kekinian.

Natan juga menilai, seharusnya debat itu berkualitas dan bukan mencari kesalahan kesalahan lawan yang remeh temeh. Rakyat sekarang sudah cerdas dalam menilai siapa sosok yang bakal dipilih pada Pilpres 2024 ini. Mereka bisa menilai calon yang hanya pandai bicara namun kosong kinerja dan calon yang benar-benar berbuat dan bekerja keras saat diberikan kepercayaan.

“Rakyat sekarang sudah cerdas dan jangan lagi dibohongi dengan statement yang manipulatif dan menyesatkan. Mereka paham siapa pemimpin yang hanya pandai bicara tapi kosong kinerja dan pemimpin yang bekerja dengan tulus tanpa banyak bicara dan koar-koar” papar Natan.

Ketika ditanya soal  tanggapan pada ketiga Capres yang berkontestasi dalam Pilpres 2024, Natan menjawab bahwa ketiga-tiganya adalah putra terbaik bangsa yang layak didukung. Menurutnya mereka memiliki kualitas yang sangat mumpuni untuk memimpin Indonesia.

Natan menjelaskan bahwa strategi memberikan penilaian kepada lawan debat bisa berdampak pada elektabilitas Capres, tapi pertanyaan yang cenderung mengada-ngada juga bisa berdampak buruk pada elektabilitas. Alasannya, karena rakyat sudah pintar untuk mencari data dimedia untuk memahami soal itu.

“Intinya bahwa rakyat sudah pintar-pintar dan tidak bisa dimanipulasi lagi dengan statement yang tidak berdasar” ujar Natan.

“Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk membela Pak Prabowo, tapi memberi nilai dengan tidak rasional seperti ini justru menunjukkan kualitas penilaian dari seseorang cenderung tendensius dan tidak masuk akal. Ya kalau memberi nilai yang wajar dan masuk akal saja, jangan terkesan seolah–olah Prabowo tidak bekerja sama sekali. Ingat rakyat bisa melihat apa yang telah diperjuangkan Pak Prabowo untuk membangun kekuatan pertahanan RI selama ini” beber Natan.

Pada kesempatan itu Natan memberi saran kepada para pemilih bahwa memilih Presiden haruslah didasarkan pada kepentingan bangsa yang lebih besar dan bukan berdasarkan pada hal-hal yang subyektif atau berdasarka sentimen pribadi.

“Bagi saya siapapun yang dipilih entah Pak Anies, Pak Prabowo atau Pak Ganjar, ketiganya adalah orang hebat dan layak dipilih. Tapi jika berkenan pilihlah orang yang bekerja nyata untuk rakyat yang pro kepada keadilan dan pemerataan, sehingga suara kita tidak tergadai selama liuma tahun kedepan” kata Natan. (pt)

 

- Advertisement -
Artikel Terkait

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -