Minggu, April 14, 2024
BerandaKata PolitikKetum PSI Suarakan Politik Santun, Larang Kadernya Celah Partai

Ketum PSI Suarakan Politik Santun, Larang Kadernya Celah Partai

- Advertisement -

 

Politikterkini.com | Kaesang Pangarep yang baru saja dipilih menjadi   Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia  mengaku akan mendisipinkan kadernya yang berani mencela partai lain. Hal itu dia ungkapkan usai minta maaf kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani, karena PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDIP.

- Advertisement -

Permintaan maaf itu disampaikan langsung ke Puan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (05/10/23) siang kemarin.

Usai bertemu dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Kaesang menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya untuk meminta nasihat cara berpolitik yang santun.

- Advertisement -

Pada kesempatan itu juga Kaesang mengklaim tak melarang kadernya untuk mengkritik partai lain. Dia juga mengaku tak melarang kader untuk mengkritik kebijakan yang ada. Hal ini diungkapkan oleh Kaesang Pangarep Agar kader PSI bisa membedakan antara kritik dan mencela. Sebab, mencela itu tidak diperbolehkan.

Lebih lanjut Ketum baru PSI itu menjelaskan bahwa dirinya telah menyampaikan  beberapa kali kalau mengkritik itu silakan, kalau mencela itu kan beda hal apalagi masuknya ke ranah pribadi itu yang sangat harus dihindari dan jangan sampai dilakukan.

- Advertisement -

Dalampertemuannya dengan Ketua DPP PDI Perjuangan  itu,  Kaesang putra bungsu Jokowi sebagai momentum kesempatan, untuk minta maaf ke Puan karena PSI yang disebut-sebut sempat mencela PDI Perjuangan. Ia menyampaikan itu dalam pertemuan selama kurang lebih dua jam dengan Puan di Ombe Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/23) siang Kemarin.

“Dan saya juga tadi sempat meminta maaf untuk teman-teman PSI yang dulunya, bisa dibilang mencela atau pun merendahkan PDIP. Saya dari PSI meminta maaf kepada Mba Puan secara langsung dan teman-teman PDIP yang lainnya,” kata Kaesang.

Masih menurut Kaesang Pemilu 2024 harus dijalankan dengan santun tanpa menyerang pihak serta dengan suasana gembira. Ia menekankan politik di Indonesia harus dibangun berdasarkan etika. Menurutnya, di dalam politik perbedaan kepentingan dan kebijakan merupakan hal yang lumrah.

Pada kesempatan yang sama  Puan Maharani juga mengungkapkan  agar Kita akan membangun Indonesia itu dengan politik etika yang santun kemudian beretika yang kemudian saling menghargai . (hp/pt)

 

- Advertisement -
Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -