Bagikan:

Jakarta – Jumlah utang nasional Amerika Serikat (AS) melonjak $ 7 triliun atau Rp98 ribu triliun selama masa pemerintahan Donald Trump.

Namun diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah, sebab Presiden Terpilih AS, Joe Biden akan menggelntorkan dana 2 triliun dolar AS untuk memperbaiki ekonomi negaranya.

Menambah utang sebesar 27 triliun dollar AS mungkin memalukan, namun ini merupakan langkah yang bijaksana mengingat skala masalah yang dihadapi dan biaya pinjaman yang sedang murah.

“Ini bukan waktunya untuk mengencangkan ikat pinggang. Perekonomian tidak dalam kondisi penghematan,” kata Joe Brusuelas, kepala ekonom RSM, dilansir CNN, Jumat (15/1/21).

Sebanyak 965.000 warga AS mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Angka tersebut naik dari minggu sebelumnya yang hanya mencapai 784.000 orang.

Sekitar 140.000 pekerjaan hilang pada Desember 2020. Hal tersebut membuat pengajuan klaim meningkat tajam.

Meskipun pasar saham sempat mencatat rekor tertinggi, sebagian perekonomian sedang terguncang. Bioskop, maskapai penerbangan, hotel, dan sektor lainnya mengalami kerugian yang sangat besar akibat pandemi Covid-19.

(ANS/IJS)

BACA JUGA :  Tiga Roket Serang Pangkalan Militer AS di Irak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *