Bagikan:

Surabaya – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur (Jatim) Mohammad Gunawan Saleh menyebut, ekspor perikanan Jatim mencatatkan hasil baik sepanjang tahun 2020. Sebanyak 31 ribu ton produk perikanan Jatim telah diekspor dengan nilai US$ 164 juta.

“Ekspor paling banyak selama tahun 2020 adalah udang sebanyak 5.228 ton, dengan nilai US$ 51 juta. Sedangkan terbanyak kedua untuk eskpor dari Jatim adalah komoditas ikan tuna mencapai 3.749 ton dengan nilai US$ 22 juta,” terangnya.

BACA JUGA :  49 Balai Rehabilitasi Milik Kemensos Segera Diaktifkan

Gunawan mengungkapkan, ekspor udang Jatim mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19 tahun lalu seiring ditutupnya ekspor udang dari India. Terkait tujuan negara, ia mengatakan paling banyak uang diekspor ke Eropa, sedangkan Tuna ke Tiongkok dan Jepang.

Selain itu, selama pandemi eksportir banyak yang menjemput bola mencari udang hingga ke petambak. Eksportir juga tak lagi hanya membatasi pembelian pada ukuran jumbo. Mereka juga membayar di muka.

Melihat itu, ia pun mendorong peningkatan produksi udang di Jatim, khususnya untuk jenis udang vaname. Apalagi saat ini tengah gencar budidaya udang vaname dengan media terpal dengan modal yang cukup murah dan tak perlu lokasi luas. Tapi keuntungannya bisa seratus persen.

“Hanya butuh air asin saja. Bahkan, sekarang banyak yang budidaya di terpal-terpal. Dan pasarnya sedang sangat bergairah. Hanya dengan waktu tiga bulan, udang sudah bisa dipanen. Hasil panen akan sangat baik jika airnya terjaga, probiotik rutin dan juga pakannya baik,” terangnya.

Sampai 2024 nanti, Jatim ditargetkan mampu meningkatkan produksi udang hingga 250 persen. Oleh sebab itu pembinaan dan upaya mendorong peningkatan produksi tengah gencar dilakukan. (Sdy/IJS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *