Kamis, Juni 20, 2024
BerandaKabar PemiluSBY Tulis Buku Soal Cawe-Cawe Presiden, Jokowi Beri Respon Dengan Senyuman

SBY Tulis Buku Soal Cawe-Cawe Presiden, Jokowi Beri Respon Dengan Senyuman

- Advertisement -

 

Politikterkini.com | Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menulis buku ‘The President Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi’ ditanggapi senyuman oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tanggapan Jokowi terkait buku SBY itu dikatakan beberapa saat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (03/07/23) kemarin sebelum bertolak ke Australia.

- Advertisement -

Ketika ditanya mengenai SBY yang meminta dirinya tak memakai fasilitas negara dalam mendukung capres tertentu, Jokowi minta semua pihak tak perlu khawatir tentang dirinya bakal menggunakan sumber daya dan fasilitas negara dalam mendukung calon presiden di Pilpres 2024.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa penyelenggara pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sedangkan pemerintah hanya memberikan dukungan baik dari sisi keamanan, maupun membantu nanti dalam distribusi logistic.

- Advertisement -

“Pemerintah memberikan dukungan baik dari sisi keamanan, maupun membantu nanti dalam distribusi logistik,” kata Jokowi

Diketahui bahwa Jokowi akan  bertolak ke Australia untuk  menghadiri Pertemuan Tahunan Ke-8 Pemimpin Australia dan Indonesia di Sydney. Jokowi  pun mengingatkan TNI/Polri serta ASN harus netral dalam gelaran kontestasi politik 2024. Ia tak ingin birokrasi pemerintah menjadi alat dalam pemilu.

- Advertisement -

Sebelumnya Presiden ke-6 RI  menuangkan pandangan pribadinya dalam sebuah buku berjudul ‘The President Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi’. Dalam buku tersebut, ia menyinggung banyak hal terkait Pilpres 2024. Salah satunya, terkait penjegalan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

Dalam bukunya itu  SBY menilai Jokowi bisa saja melakukan penjegalan agar Anies Baswedan gagal tampil sebagai capres pada Pemilu 2024. Ia menekankan langkah politik itu sah-sah saja asalkan tak melanggar hukum.

Karena itu,  SBY menyoroti etika Jokowi jika benar-benar melakukan hal tersebut dengan penyalahgunaan kekuasaan. Misalnya, dengan mencari-cari kesalahan Anies hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam sebuah kasus pidana. (nt/pt)

 

- Advertisement -
Artikel Terkait

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -