Sabtu, April 13, 2024
BerandaKata PolitikSampaikan Pidato Di HUT PDIP ke-51, Megawati Mengaku Jengkel Pada Tokoh...

Sampaikan Pidato Di HUT PDIP ke-51, Megawati Mengaku Jengkel Pada Tokoh Elite Yang Lupa Akar Rumput

- Advertisement -

 

Politikterkini.com| Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato  mengenai cita-cita para pendiri bangsa di HUT PDIP ke-51. Megawati mengaku jengkel karena banyak tokoh elite melupakan akar rumput.  Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya di HUT ke-51 PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu (10/01/24).

- Advertisement -

Dalam penjelasannya  Megawati mengatakan dirinya memilih Ganjar Pranowo dan Mahfud Md sebagai Presiden dan Wakil Presiden dengan harapan agar menjalankan cita-cita para pendiri bangsa. Megawati menegaskan bahwa dirinya berkeinginan  menugasi Ganjar sebagai  kader.

“Pak Mahfud saya tanya juga, kalau nanti saya jadikan presiden dan apresiasi harus jalankan ya, yang namanya rencana untuk bagaimana memimpin bangsa dan negara ini, sehingga apa yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa, rakyat kita,” kata Megawati.

- Advertisement -

Selanjutnya  Megawati bercerita jika dirinya selalu mengajak anak-anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan sejak kecil. Megawati mengatakan saat berziarah dirinya juga selalu menabur bunga di makam yang tidak memiliki nama.

“Kalau pergi ke Taman Pahlawan saya bawa bunga yang berlebih, saya bilang pada mereka, setelah keluarga kita, kita tabur bunga, kamu cari nisan-nisan yang tidak bernama,” tutur Megawati.

- Advertisement -

Megawati juga menyampaikan bahwa dirinya  jengkel lantaran saat ini banyak yang melupakan akar rumput. Menurutnya, banyak orang lupa jika negara ini merdeka karena rakyat.

“Saya paling jengkel, ‘oh ya sudah bu kita sudah merdeka’, hmm, lupa, bahwa negara ini dibuat dengan susah payah, bahwa negara ini ditekan 3,5 abad oleh para penjajah. Lalu sekarang para elitenya orang-orang yang berkelayakan melupakan yang namanya akar rumput, yang namanya wong cilik, yang masih sengsara, yang tidak berkeadilan,” papar Megawati.

Megawati pun menekankan jika semua rakyat Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum. Megawati lantas menyesalkan saat ini hukum kerap dipermainkan.

“Sekali lagi saya katakan, kita setiap warga negara Republik Indonesia siapa dia? Akar rumput, mempunyai hak yang sama di mata hukum. Sekarang hukum dipermainkan, kekuasaan dapat dijalankan semau-maunya saja, no, no and no. Saya selalu bilang sekarang kalau ngomong 3 kali, kenapa? Karena nomor kita 3,” kata ketua umum PDIP itu. (pt)

 

- Advertisement -
Artikel Terkait

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -