Bagikan:

Jakarta – Pemerintah resmi menurunkan pajak penghasilan (PPh) atas bunga obligasi menjadi 10 persen dari sebelumnya 20 persen dan sudah berlaku sejak tanggal 2 Ferbruari 2021.

Hal itu tertuang dalam Peraturan pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perlakuan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha. Kebijakan ini merupakan aturan pelaksana atas Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Penerbitan PP ini merupakan upaya menarik investasi dan kemudahan berusaha,” kata Direktur Peraturan Perpajakan II Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Estu Budiarto dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2/21).

Diharapkan dengan adanya kebijakan ini, semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di surat utang dalam negeri.

Ketentuan tarif PPh ini berlaku atas penghasilan bunga obligasi yang diterima wajib pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap.

“Tarif pemotongan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diturunkan menjadi sebesar 10% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan pengindahan pajak berganda,” sebagaimana dikutip pada Pasal 3 PP 9/2021.

Ada tiga ketentuan bunga obligasi yang mendapatkan fasilitas penuruan ini. Pertama, bunga dari obligasi dengan kupon sebesar jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi.

Kedua, diskonti dari obligasi dengan kupon sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan.

Ketiga, diskonto dari obligasi tanpa bunga sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi.

PPh bunga obligasi tersebut nantinya akan dipotong oleh penerbit obligasi selaku agen pembayaran yang ditunjuk.

Namun, pemotongan bisa juga dilakukan oleh perusahaan efek, dealer, atau bank selaku pedagang sementara dan/atau pembeli atas bunga diskonto yang diterima penjual obligasi pada saat transaksi.

BACA JUGA :  Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Insentif Tenaga Kesehatan Justru Dipotong 50 Persen

(ANS/IJS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *