Selasa, April 16, 2024
BerandaKata PolitikPartai Golkar Bilang Pilihan Nama Koalisi Indonesia Maju Punya Efek electoral Dan...

Partai Golkar Bilang Pilihan Nama Koalisi Indonesia Maju Punya Efek electoral Dan Identifikasi Pelanjut Jokowi

- Advertisement -

 

Politikterkini.com | Ace Hasan Syadzily yang juga merupakan politisi Partai Golkar menanggapi bahwa pilihan nama Koalisi Indonesia Maju (KIM) oleh Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pilihan yang tepat. Menurutnya hal itu mengidentifikasikan diri sebagai penerus pemerintahan Presiden Joko Widodo.

- Advertisement -

Dalam pandangan Ace menyebutkan bahwa Indonesia Maju merupakan nama kabinet kerja Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin periode 2019 sampai sekarang. Ace mengatakan Presiden Jokowi telah banyak mencetak keberhasilan dan prestasi yang memiliki efek positif di mata masyarakat.

Masih menurut Ace,  hal tersebut merupakan upaya untuk mendapatkan suara elektoral. Oleh sebab itu, Ace menilai penggunaan nama itu sudah tepat akan berdampak baik untuk pemenangan calon presiden yang diusung yakni Prabowo Subianto.

- Advertisement -

“Bagi kami tentu sangat wajar jika kami mengidentifikasi diri sebagai pelanjut pemerintah presiden Jokowi. Tentu itu pasti akan memiliki efek elektoral terhadap dalam konteks pilpres maupun tentu untuk kepentingan bangsa secara keseluruhan,” kata Ace di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (29/08/23) kemarin .

Oleh karena itu kata Ace, apa yang disampaikan Prabowo sesuatu yang sangat tepat bahwa Koalisi Indonesia Maju adalah koalisi pelanjut pemerintahan Jokowi. Dirinya yakin ketegasan Prabowo akan memberi efek elektoral yang positif. Menurutnya, kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Jokowi sangat tinggi.

- Advertisement -

“Tentu ini akan memiliki efek elektoral terhadap kemenangan Pak Prabowo,” ujar Ace.

Pandangan berbeda justru dikemukakan oleh  Ketua DPP PKB Daniel Johan yang menilai bahwa perubahan nama dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi KIM terlalu mendadak. Ia berkata pengubahan nama tersebut tanpa meminta usul Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

“Itu kan sebenarnya rasanya mendadak kemarin diumumkan, belum ada pembahasan. Cak Imin juga belum sempat secara khusus diundang atau berbicara untuk mengubah nama,” tegas Daniel Johan.

Lebih lanjut  Daniel mengatakan PKB tak mempermasalahkan hal itu karena tetap berpegang teguh dengan semangat deklarasi KKIR di Sentul, Jawa Barat. Menurutnya, deklarasi di Sentul merupakan nyawa dari koalisi bersama Prabowo. Dia yakin Cak Imin akan melakukan sesuatu apabila ada perubahan dukungan.

Masih menurut Daniel, perubahan dukungan akan dilaporkan Cak Imin sendiri dengan mendengarkan masukan keputusan DPP, Sewan Syuro, dan para Kiai. Meski demikian, ia tak bisa memastikan PKB bakal tetap mendukung Prabowo jika Cak Imin tak terpilih menjadi cawapres. (pt)

 

- Advertisement -
Artikel Terkait

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -