Bagikan:

Jakarta – Sebanyak 935.940 paket bantuan Covid-19 tidak sampai pada penerima karena tidak akuratnya data penerima.

Diketahui sisa paket bantuan kebutuhan pokok itu dialokasikan untuk berbagai komunitas, seperti kelompok difabel dan panti jompo.  Postingan ini menjadi perbincangan paling hangat di Facebook. Berdasarkan tangkapan Sciograf pada Rabu (20/01/2021) pukul 11:13 WIB postingan yang diunggah akun Facebook Tempo Media ini mendapat perhatian 434 likes, dan 232 comments, selain itu postingan ini mendapat 257 reactions.

Diduga pejabat di Kementerian Sosial meminta upeti dari perusahaan penyedia bantuan bahan pokok untuk kaum difabel dan jompo itu.

Beberapa warganet memberikan respon bantuan yang diketahui tidak sampai kepenerima, salah satu Akun @Sigit Him mengomentari postingan ini “Data pemilu akurat, bahkan yang gila kedata. Kenapa data bansos tidak akurat??,” tulis sigit. 

@Vita Laskun  berkomentar “Lebih baik segala bentuk bantuan kemasyarakat dihentikan. karena tidak tepat sasaran.dan hanya menguntung orang2 berdasi buat proyek koropsi,” kata dalam kolom komentar. 

Akun lainnya  @El Andy Harsy  “Justru karena tidak akuratnya data penerima,disitu mereka bermain.makanya itu data sampai kapanpun tidak akan pernah beres,hilang proyek dunk😄😄” tulisnya. 

Sciograf adalah layanan Big Data dengan teknologi end to end encryption, yang terdiri dari web/robot crawler, indexing/clustering dan analisis berbasis teknologi big data. Sciograf dapat memenuhi kebutuhan data terkini dengan keluaran data bervolume sangat besar dan berkecepatan tinggi serta menghubungkan data dengan berbagai format. (May/IJS)

BACA JUGA :  Syifa Rela Tabrakan Diri Ke motor Demi Gagalkan Jambret

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *