Bagikan:

 

Edhy Prabowo terjerat kasus korupsi Benih Lobster (Foto: Instagram.com/@Edhyprabowo.fans)

Jakarta – Masa penahanan Edhy Prabowo, Mentri Kalautan dan Perikanan telah diperpanjang menjadi 40 hari. Hal itu dilakukan untuk memperlancarkan proses penyidikan  kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Keputusan sama juga diberlakukan kepada lima tersangka lainnya, yakni Safri (staf khusus Edhy), Siswandi (pengurus PT Aero Citra Kargo)Ainul Faqih (istri Edhy) dan Suharjito (Direktur PT Dua Putra Perkasa) dimana masing-masing juga mendapat perpanjangan penahanan 40 hari.

Menganai permasalahan kasus penyelewengan benih lobster, Edhy Prabowo di nonaktifkan dari jabatannya sebagai Mentri Kelautan dan Perikanan.

BACA JUGA :  Penangkapan Ramah Lingkungan, Perikanan Tuna di Indonesia Raih Sertifikasi MSC
BACA JUGA :  Jokowi Minta Kapolri Buat Pedoman UU ITE Agar Tidak Multi Tafsir
BACA JUGA :  Capai Rp23,7 Triliun, Kerugian Negara dari Kasus Korupsi Asabri Lampaui Jiwasraya

Selama masa penahanan, KPK terus menggali informasi atas keterkaitan Edhy mengenai pengalihan dana korupsi yang telah ia raup dari keuntungan ekspor benih lobster. Selain Edhy, KPK juga memeriksa staf pribadinya, Andreu Pribadi Misata. Keduanya datang bersamaan dengan menggunakan mobil tahanan dan masuk ke gedung KPK sekitar pukul 12.15 (14/12/2020).

Untuk kebutuhan penyelidikan, keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Edhy Prabowo akan bersaksi bagi tersangka Sujiharto mengenai keterlibatannya dalam kasus korupsi benih lobster. Sedangkan Andreu, akan bersaksi mengenai Edhy Prabowo sendiri.

Dalam kasus ini, Edhy Prabowo diduga telah menerima uang senilai Rp 3,4 miliar dan 1000 Dolar AS terkait perizinan ekspor benih lobster. Sebagian uang itu telah digunakann Edhy untuk membeli beberapa barang bermerek saat melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Barang-barang berupa jam tangan Lorex, tas koper Tumi, tas koper LV, Hermes, jan Jacob n Co, hingga baju Old Navy telah diamankan oleh tim penyidik KPK saat melakukan penangkapan pada Rabu(25/11/2020).  Barang-barang itu ditaksi sekitar Rp 750 juta dan diduga dari berasal dari suap izin ekspor benih lobster.

KPK menetapkan Edhy sebagai tersangka setelah ditangkap di Bandara Soekarno Hatta terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *