Bagikan:

Jakarta – Sektor pertanian Indonesia yang superior dalam beberapa tahun terakhir ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin. Perhatiannya tak tertuju langsung kepada sektor pertanian tersebut, tetapi lebih kepada belum turunnya angka kelaparan dan stunting di Indonesia di tengah tumbuhnya sektor pertanian.

“Negara harus memastikan tingkat kelaparan dan angka stunting berkurang drastis. Karena ini akan sangat mempengaruhi pada kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia di masa datang,” ujar Andi dalam keterangan resminya, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, dalam menghadapi persaingan global dan pembukaan pasar di dunia internasional, hukum rimba dunia akan semakin keras. Hanya manusia yang tangguh, baik fisik maupun pikiran yang dapat bertahan menghadapi interaksi antarnegara.

BACA JUGA :  Komnas HAM: Polisi Ambil CCTV di Kilometer 50

Selain itu, ia juga meminta pemerintah dapat membuktikan secara akurat terkait peta ketahanan dan kerentanan pangan atau Food Security and Vulnerability Atals (FSVA) yang menyebutkan jumlah kabupaten/kota rentan rawan pangan mengalami penurunan, dari 76 kab/kota pada 2019 menjadi 70 kabupaten/kota di 2020. Data tersebut masih dalam perdebatan.

Kendati demikian, ia menyebut akan lebih baik lagi kalau angka rentan pangan di Indonesia dapat dihapuskan sehingga Indonesia layak disebut negara yang sejahtera.

Andi pun meminta pemerintah mengadakan program khusus untuk mendata kondisi masyarakat yang akurat, terutama di daerah pelosok dan pinggiran. Hal itu perlu dilakukan untuk menanggapi hasil beberapa riset dunia yang menempatkan Indonesia sebagai negara rendah tingkat ketahanan pangannya. Indonesia ditempatkan lebih rendah dari Zimbabwe dan Ethiopia.

Politisi dari Fraksi PKS ini pun menyampaikan, harus ada program pendataan tiap kabupaten kota yang akurat dengan menangkap semua data penduduk termasuk kondisi ekonomi, kesehatan dan pendidikannya.

“Sehingga kita punya sendiri data yang akurat sebagai pembanding, di mana pada saat ini Indonesia memiliki prestasi buruk pada skor indeks kelaparan global,” terangnya.

Berdasarkan Global Hunger Index, Indonesia memiliki poin 19,1. Hampir sama dengan Filipina sebesar 19 poin. Nilai tersebut menunjukkan Indonesia berada di level kelaparan yang sangat serius. (Sdy/IJS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *