Bagikan:

Jakarta – Pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menerima vaksinasi Covid-19 secara bertahap hari ini. Turut memantau di lokasi, Presiden Joko Widodo, Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur DKI Anies Baswedan.

Vaksinasi tersebut merupakan tahap kedua yang diperuntukkan bagi pelaku ekonomi di pusat perbelanjaan. Vaksinasi akan berlanjut ke pasar lainnya di wilayah DKI Jakarta.

“Ini dulu sekarang, nanti akan ada pasar-pasar berikutnya, Jakarta akan ada pasar-pasar berikutnya. Jakarta ada 153 pasar artinya bertahap semuanya,” kata Anies, di Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021).

Anies mengatakan, vaksinasi Cvodi-19 di Pasar Tanah Abang direncanakan menjadi format yang akan dilakukan di pusat pertokoan lainnya. Adapun di Pasar Tanah Abang terdaftar 9.791 penerima vaksin Covid-19.

“Lalu ini nantinya akan menjadi salah satu cara untuk menemukan format vaksinasi yang dilakukan di pusat-pusat pertokoan. Pagi hari ini di pusat perdagangan Pasar Tanah Abang dimulai vaksinasi untuk para pedagang dan para pekerja di Tanah Abang jumlah total yang terdaftar ada 9.791 orang per hari akan divaksin 1.500,” ujar Anies.

Vaksinasi Covid-19 ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Anies berharap semua pedagang di pusat perdagangan di Jakarta dapat menerima vaksin Covid-19.

BACA JUGA :  PDIP Sebut SBY Zalimi Diri Sendiri dengan Istilah ‘Kecolongan Dua Kali’

“Ini dikerjakan bersama Kemenkes dengan Pemprov DKI Jakarta. Harapannya nanti semua pekerja di pusat perdagangan akan bisa mendapatkan vaksin, mulainya dari Tanah Abang,” ungkapnya.

Proses vaksinasi ini akan berjalan sekitar satu jam. Ada tahapan-tahapan yang harus dipenuhi oleh penerima vaksin Covid-19.

“Jadi prosesnya ada registrasi, ada screening, screening kesehatan, kemudian vaksinasi, kemudian sesudah itu tunggu sebentar dipastikan aman baru 30 menit kemudian bisa keluar. Jadi keseluruhan proses itu kira-kira 1 jam per orang,” tutur Anies.

Menurut Anies, proses vaksinasi itu tidak bersifat memaksa. Artinya, pedagang boleh memilih untuk disuntik vaksin atau sebaliknya. “Ditawarkan kan, diambil atau tidak kan,” katanya. ( IJS/AEE)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *